Tuesday, April 12, 2016

Tugas Resum Etnografi



Resum buku “ Metode Etnografi”
James P. Spradley
Subbab : langkah dua belas” menulis sebuah etnografi”

Tujuan :
1.      Untuk memahami sifat dasar penulisan etnografi sebagai proses dari penerjemahan.
2.      Untuk mengidentifikasikan tahap-tahap yang berbeda dalam penulisan etnografi.
3.      Untuk mengidentifikasikan langkah-langkah dalam menuliskan sebuah etnografi.
4.      Untuk menulis sebuah etnografi.
Empat poin di atas adalah beberapa tujuan dalam menulis etnografi. Banyak sekali seorang etnografer mendorong dirinya pada suatu kesadaran penuh bahwa suatu sistem makna budaya tertentu harus benar-benar lengkap dalam menulis etnografi. Dalam proses penulisan hitam menemukan suatu sumber pengetahuan yang tersembunyi yang didapatkan selama proses penelitian. Sebagaimana ditegaskan oleh sebagian besar penulis profesional,  satu-satunya jalan untuk belajar menulis adalah dengan menulis. Salah satu jalan terbaik untuk menulis sebuah etnografi adalah dengan membaca etnografi lain. Karena dengan membaca etnografi lain akan membuat tulisan yang anda buat menjadi baik tanpa upaya yang anda sadari. Setiap etnografer bahkan dapat mengidentifikasi buku-buku dan artikel yang merupakan deskripsi budaya yang ditulis dengan baik. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasikan tulisan yang menerjemahkan makna makna suatu budaya asing sehingga seseorang yang tidak mengenal etnografi akan mengetahui makna-makna ini tetapi yang harus diingat oleh penulis bahwa cara untuk belajar menulis sebuah etnografi adalah menulis etnografi.

Proses Penerjemahan
Penerjemahan meliputi keseluruhan proses penemuan makna suatu kebudayaan untuk disampaikan ke orang dalam budaya lain.Seorang etnografer mempunyai tugas ganda dalam hal ini. Pada tugas pertama Anda harus masuk ke dalam suasana budaya yang ingin diketahui, memasuki bahasa dan pemikiran informan, serta menjadikan simbol-simbol dan makna mereka dalam bahasa sendiri. Strategi tersebut menjadi sangat kuat untuk mempelajari bahasa dan budaya lain. Tugas kedua dari penerjemahan etnografis adalah menyampaikan makna budaya yang telah anda ketemukan kepada para pembaca yang tidak mengenal budaya atau suasana budaya itu.Ada tuntutan yang harus dilakukan oleh penerjemah  mengenal dua kebudayaan satu kebudayaan itu dideskripsikan dan kebudayaan yang lain itu dideskripsikan dan kebudayaan yang lain dipegang secara tersirat oleh khalayak yang akan membaca Deskripsi tersebut. Kebanyakan para etnografer yang terampil gagal dalam menyelesaikan karya penerjemahan etnografis itu.  Karena mereka menulis etnografis tanpa ada waktu untuk mempelajari berbagai keahlian dalam komunikasi tertulis. Tanpa memahami kalayaknya,  bahkan tanpa merasakan pentingnya komunikasi dengan cara yang menghidupkan kebudayaan itu.

Beberapa Tahapan Dalam Penulisan Etnografi.
Setiap etnografrer berhadapan dengan berbagai peristiwa kemanusiaan yang paling spesifik konkret dan juga paling umum. Sebagaimana dalam ilmu-ilmu sosial. Perhatian dalam hal-hal khusus  ada hubungannya dengan suatu pemahaman terhadap suatu etnografer sesuatu yang umum. Tetapi ketika prinsip ini dimasukkan seluruhnya ke dalam pelaksanaan etnografi maka akan menciptakan parodi proses penerjemahan. Dalam penulisan sebuah sebuah etnografi sebagai sebuah penerjemahan. Perhatian terhadap hal yang umum ada hubungannya dengan pemahaman mengenai hal yang khusus. Agar pembaca melihat kehidupan orang-orang yang dipelajari seperti mereka melihat diri mereka sendiri. Terdapat enam tahapan yang berbeda yang dapat diidentifikasi ketika bergerak dari hal umum ke khusus.
Ø  Tahap Satu : Statemen-Statemen Universal.
Statemen ini meliputi semua statemen mengenai umat manusia. Tingkah laku mereka kebudayaan mereka atau situasi lingkungan mereka. Statemen ini adalah statemen –statemen yang mencakup semua.
Ø  Tahap Kedua : Statemen-Statemen Deskriptif Lintas Budaya.
Tahapan abstraksi kedua meliputi statemen-statemen mengenai dua masyarakat atau lebih. Statemen dalam tahap abstraksi ini meliputi berbagai penegasan yang luas menurut beberapa masyarakat tetapi tidak harus untuk semua masyakat. Statemen deskriptif lintas budaya membantu dalam menempatkan suatu suasana budaya dalam gambaran budaya manusia lebih luas.
Ø  Tahap Ketiga: Statemen Umum Mengenai Suatu Masyarakat Atau  Kelompok Budaya.
Jenis statemen ini tampak spesifik tetapi sebenarnya masih sangat umum yang dimaksud spesifik yakni lebih spesifik dalam salah satu budaya atau  kelompok.
Ø  Tahap Keempat : Statemen Umum Mengenai Suatu Susunan Budaya Yang Spesifik
Ketika kita menuliskan suatu tahapan abstraksi kita mencatat banyak statemen mengenai budaya. Tetapi walaupun statemen itu merujuk pada suasana atau kelompok yang spesifik tetapi sifatnya masih umum.
Ø  Tahap Kelima : Statemen Spesifik Mengenai Sebuah Domain Budaya.
Pada tahap ini etnografer mulai menggunakan berbagai istilah asli informan dan berbagai  kontras spesifik yang didapat dari informan.
Ø  Tahap Keenam : Statemen Insiden Spesifik.
            Tahapan enam ini mengantarkan pembaca segera pada tahap aktual tingkah laku dan objek tahap pemahaman berbagai hal itu.
Penulisan etnografis memuat statemen-statemen pada enam tahapan dari yang umum ke yang khusus, tapi dalam pengerjaannya dengan suatu proporsi tertentu. Jurnal-jurnal profesional yang didalamnya penulis terutama menulis untuk rekan seprofesinya. Cenderung berisi statemen pada tahap satu dan dua. Beberapa tulisan etnografis yang lain, baik yang berbentuk artikel makalah atau buku. Menggunakan gaya formal dengan memakai tahap tiga dan empat. Disertasi dan tesis kebanyakan ditulis pada tahap ini. Walaupun dalam hal itu juga banyak informasi pada tahap lima. Tulisan dalam bentuk ini cenderung menyajikan tulang yang terbuka, yang tidak dibungkus contoh dan peristiwa pada tahap enam. Di lain pihak beberapa novel etnografis dan tulisan pribadi yang bersifat etnografis penuh berisikan statemen tahap enam dengan beberapa statemen tahap lima. Jelas pula bahwa pencampuran berbagai tahap dalam suatu proposisi yang dikehendaki tergantung pada tujuan etnografer. Maka dari itu masing-masing etnografer harus menentukan khalayak yang dituju karena penelitian etnografis mempunyai nilai penting bagi semua orang dan oleh karena itu etnografer harus menulis untuk mereka yang berada di luar dunia akademik.

LANGKAH LANGKAH MENULIS ETNOGRAFI.
            Langkah menulis dalam hal ini menekankan pada metode alur penelitian maju bertahap dalam penelitian merupakan pemecahan sebuah tugas besar menjadi tugas-tugas yang lebih unik dan membuat tugas ini sebagai suatu unit yang akan menyederhanakan pekerjaan itu serta memperbaiki kinerja seseorang.
Langkah-langkah tersebut adalah :
1.      Memilih khalayak.
Penulis perlu memilih khalayak dan mengidentifikasikannya secara jelas dan selama penulis terus mengingat siapa khalayak itu. Ini menjadi lengkap pertama yang harus dilakukan etnografer.
2.      Memilih tesis.
Tesis adalah sebuah pesan utama yang mana merupakan suatu yang ingin anda buat. Ada beberap sumber untuk menemukan sebuah tesis.
a.       Tema-tema besar yang telah anda temukan dalam penelitian etnografis merupakan tesis-tesis yang mungkin.
b.      Sebuah tesis untuk etnografis anda mungkin berasal dari seluruh tujuan etnografi.
c.       Sebuah tesis dapat berasal dari literatur ilmu-ilmu sosial. Ketika tesis dipilih sangat baik jika ditegaskan secara singkat mungkin dalam satu kalimat tunggal dan tempatkan tesis itu dihadapan anda sebagai pengingat ketika menulis.
3.      Membuat sebuah daftar topik dan membuat sebuah garis besar langkah.
Tiga melibatkan peninjauan kembali catatan-catatan lapangan. Serta inventaris budaya yang telah dibuat dan juga daftar topik yang dianggap harus di masukkan ke dalam deskripsi akhir.
4.      Menulis naskah kasar untuk masing-masing bagian.
Sebuah naskah kasar dimaksudkan untuk sebuah naskah yang masih kasar belum selesai dan belum dipoles. Menulislah seperti anda berbicara merupakan aturan yang sangat baik untuk diikuti dalam menyusun sebuah naskah kasar untuk masing-masing bagian.
5.      Merevisi garis besar dan membuat anak judul.
Jika naskah kasar telah selesai dibuat untuk masing-masing bagian, baik sekali untuk membuat sebuah garis baru. Yakni mungkin menggunakan sub-sub judul untuk memberikan petunjuk kepada pembaca.
6.      Mengedit naskah kasar.
Pada langkah ini adalah mengembangkan dari naskah besar, garis besar dan sub-sub judul yang sudah dibuat dengan tetap mengingat seluruh deskripsi yang akan dibuat.
7.      Menuliskan pengantar dan kesimpulan.
Langkah ini dibuat setelah deskripsi itu telah mempunyai bentuk kuat.
8.      Menuliskan kembali tulisan mengenai contoh-contoh.
Contoh menjadi penting dalam komunikasi karena meliputi tulisan pada tahapan abstraksi yang paling rendah.
9.      Menulis naskah akhir.
Dalam beberapa kasus tahapan ini hanya meliputi pekerjaan pengetikan tulisan diatas kertas atau menyuruh orang lain untuk pengetikan itu.

No comments:

Post a Comment

Apa Itu Santri ???

22 Oktober menjadi salah satu tanggal dalam pengkalenderan masehi, yang mana dijadikan sebagai peringatan “Hari Santri Nasioanal”. Mung...