Sunday, May 8, 2016

ISRA’ MI’RAJ TEKNOLOGI TUHAN



            Di zaman yang serba canggih ini, manusia selalu dihadapkan kepada kecanggihan teknologi dan sains. Kemaujan teknologi dan sains adalah hasil dari produksi tangan-tangan terampil manusia itu sendiri. Disisi lain masih banyak  manusia yang mengagumi hasil tersebut dengan bangganya. Yang menjadi pertanyaan “apakah ada sebuah kemajuan yang mampu melebihi teknologi Allah SWT tentang Isra’ Mi’raj ?”.
Isra’ mi’raj menjadi hal yang sangat luar biasanya, serta tidak mampu untuk di nalar oleh manusia sendiri. Bagaimana seorang manusia mampu menempuh perjalanan menuju Masjidil Aqsa dan terus menuju Shidratil al-Muntaha hanya dengan waktu semalam. Siapa manusia yang mampu ? beliaulah nabi junjungan kita baginda Rasululah SAW yang lantas atas kehendak Alla SWT. Allah memberi ketakjupan kuasa-Nya berawal dari penderitaan dan duka yang beliau rasakan tatkala berdakwah. Siti Khodijah, istri tercinta yang selalu memberikan dukungan dan rela berkorban demi untuk membantu perjuangan sang suami yang akhirnya meninggal dunia. Belum lama serta duka atas kepergian istrinya hilang, Rasulullah harus merasakan kesedihan kembali atas meninggalnya paman beliau Abu Tholib. Yang nama dengan pengaruh dan ketokohannya selalu membantu Rasulullah dalam menyebarkan dakwahnya.
Ancaman,hukuman, dan celaan samakin banyak didapatkan oleh nabi sepeninggal kedua tokoh yang selalu membantunya. Para kaum Quraisy silih berganti terus berdatangan kepada beliau dan pengikutnya yang membuat rasa tak nyaman lagi. Pada akhirnya beliau memutuskan berhijrah ke kota Thaif untuk berdakwah, tapi apa yang didapatkan beliau, hanya lemparan-lemparan batu yang membuat nabi berlumuran darah. Disaat itulah Rasulullah berdoa kepada Allah dan langsung dikabulkan, yang mana Allah menunjukkan bahwa Allah selalu berada disisi nabi. Allah menghibur Rasulullah seakan memberikan perkataan “meskipun penduduk bumi menolak kehadiranmu dab ajaran yang engkau sampaikan, maka tidak demikian dengan para penghuni langit”. Maka dari itu, Rasulullah SAW diangkat menuju kelangit ke tujuh dan dipertemukan langsung kepada sang pencipta alam semesta.
Peristiwa isra’ mi’raj ini menjadi hal agung yang terjadi pada diri Rasulullah SAW dan ini termasuk salah satu mukjizatnya yang sangat besar. Isra’ mi’raj melahirkan pro dan kontra dikalangan masyarakat pada saat itu. Sebuah perjalanan yang bukan hanya pada saat itu sangant sulit diterima oleh rasio. Tetapi dalam dewasa ini dengan kecanggihan teknologi modern yang mengungkap bahwa isra’ mi’raj merupakan kemajuan teknologi yang sangat jauh dari hasil produksi manusia, isra’ mi’raj menjadi teknologi Tuhan yang paling canggih. Para astronom dizaman modern ini pun sudah menemukan sejenis planet yang paling jauh dari planet-planet yang sudah dikenal yang harus ditempuh dengan 11 milyar tahun lamanya. Disini pun ulama mengemukakan bahwa tingkatan langit pertama masih menjadi tempat dari planet tersebut. Sedangkan hal ini menjadikan sebuah pemahaman bahwa jarak antar langit pun hanya bisa dibanyang-banyangkan oleh manusia.
Bisa kita lihat sendiri bagaimana dengan isra’ mi’raj yang bahkan tidak hanya dilangit pertama, tetapi telah melampaui jagat raya dan telah sampai ke Shidratil Muntaha yang malaikat pun tidak mampu kesana. Shidratil Muntaha menjadi tempat yang tidak dapat dijangkau oleh ilmu pengetahuan manusia. Hanya Rasulullah yang mampu menerima karunia yang paling agung yang mendapatkan perintah melaksanakan shalat lima waktu. Tempat itu pun memberikan makna bahwa pengetahuan malaikat, jin dan lainnya tidak mampu mengetahuinya dan hanya Rasulullah sendiri yang mengetahui. Oleh karena itu, ilmu Rasulullah tentang perkara ketuhanan adalah ilmu yang paling tertinggi dan melampaui yang dimiliki makhluk lainnya.
Sekali lagi teknologi manusia yang paling modern dan paling canggih pun tidak dapat melebihi peristiwa tersebut. Bagaimana Rasulullah mampu menempuh waktu yang hanya semalam saja, bilamana untuk menjangkau langit pertama saja membutuhkan kecepatan cahaya 11 milyar tahun, maka untuk menembus tujuh lapis pun membutuhkan waktu 77 milyar tahun. Hal itu memanglah sebuah keajaiban yang tidak mungkin dihadapkan dengan kecanggihan teknologi manusia. Jika diandaikan Rasulullah melakukan perjalanan dengan kecepatan cahaya yang menurut Einstain pastilah wujud seorang manusia akan hancur lebur berubah menjadi sebuah energi. Padahal Rasulullah sendiri berangkat dan kembali masih dengan keadaan yang utuh tanpa mengalami kekurangan.
Oleh karena itu, peristiwa yang terjadi 15 abad yang silam dimana pada saat itu transportasi hanya menguunakan unta, sedangkan Rasulullah mampu melakukan perjalanan sejauh itu dalam semalam. Hal itu menjadi mempesona dan menakjubkan karena pelakunya bukanlah manusia tetapi pemilik alam semsta ini. Maka kita hanya bisa mampu mengatakan bahwa memang itu adalah kehendak kemahaagungan serta kemulian Allah SWT semata. Ini adalah salah satu teknologi Allah yang secara nyata dipertontonkan kepada manusia dan sekaligus menjadi sarana mengukur tingkat kesadaran manusia dari berbagai kelemahannya di hadapan Allah Swt.

No comments:

Post a Comment

Apa Itu Santri ???

22 Oktober menjadi salah satu tanggal dalam pengkalenderan masehi, yang mana dijadikan sebagai peringatan “Hari Santri Nasioanal”. Mung...