Thursday, October 12, 2017

"JEDOR" Kesenian Yang Semakin Sulit Ditemukan



Kamis, 12 Oktober 2017
Argo Pathok CandiDadi (APC)
Dusun Kedungjalin, Desa Junjung.

Bertempat di sebuah bukit yang masih menjadi salah satu dataran yang menyambung di pegunungan kidul. Di atas Gunung cilik sebuah taman edukasi yang dirintis oleh teman-teman dari perkumpulan APC. Suasana yang asri, sunyi dan didukung dengan pemandangan malam yang mampu memanjakan mata. Serta bertepatan pula dengan masuknya tahun baru Islam yakni 1 Muharam atau orang Jawa sendiri menyebutnya dengan 1 Suro. Nah,.. Disini saya menemukan sebuah kesenian yang sangat mungkin bisa dibilang sudah langka, kesenian Jedor namanya. Kesenian yang semakin hilang karena tergerus oleh zaman modern. 
Bahkan teman saya yang berasal dari Kediri yang pada malam tersebut juga ikut hadir. Sangat tertarik dan penasaran dengan kesenian Jedor tersebut. ia mengatakan bahwa belum pernah sama sekali melihat kesenian Jedor ini. Padahal kalo kita melihat sejarah dari Jedor tersebut, banyak sekali dibeberapa tempat atau daerah yang ada dan juga melestarikan kesenian tersebut. Dari hal tersebut mungkin bisa kita lihat bahwa memang zamaan sudah semakin menggerus tradisi-tradisi zaman dahulu. Bahkan para pemuda yang seharus sebagai tonggak pelestari kesenian tersebut malah acuh begitu saja. 
Padahal ketika kita mampu mendengarkan syair-syair lagu yang dinyanyikan dengan suara yang khas. Serta didukung dengan alat-alat musik yang masih sangat tradisional. Kita akan mampu untuk terbawa arus syair-syair yang pada dasarnya banyak sekali syair-syair yang berirama Islam. Sekedar untuk kita ketahui memanglah sejarah Jedor ada pada saat Islam mulai masuk dan berkembang di Indonesia. Sepatutnya kita mulai untuk melestarikan kesenian Jedor dan kesenian yang lainnya pula.

No comments:

Post a Comment

Apa Itu Santri ???

22 Oktober menjadi salah satu tanggal dalam pengkalenderan masehi, yang mana dijadikan sebagai peringatan “Hari Santri Nasioanal”. Mung...