Friday, October 27, 2017

Apa Itu Santri ???


22 Oktober menjadi salah satu tanggal dalam pengkalenderan masehi, yang mana dijadikan sebagai peringatan “Hari Santri Nasioanal”. Mungkin ada alasan tersendiri yang menjadikan tanggal tersebut dijadikan sebagai hari santri. Bahkan tidak lepas dari itu juga, bila kita memundurkan waktu pada zaman kemerdekaan. Kita akan mampu memotret para kalangan santri juga ikut mempertahankan Kemerdekaan RI dengan segenap jiwa raganya.
Di lain hal, fatwa resolusi jihad yang dikeluarkan oleh PBNU menjadikan salah satu titik tolak penyemangat para santri dan kyai dalam mengukuhkan NKRI ini. Bahkan pada tanggal 22 Oktober tersebut NU mengumpulkan seluruh kyai dan konsul NU untuk memusyawarahkan sikap yang akan diambil. KH. Hasyim Asyari pun mengeluaran sebuah fatwa fardlu ain bagi umat Islam untuk memerangi orang kafir yang merintangi kemerdekaan Indonesia. Setalah fatwa tersebut dikeluarkan dan dengan menerapkan kalimat “Hubbul wathan minal iman”, cinta tanah air adalah sebgian dari iman. Yang mana pada saat ini menjadi salah satu lagu yang mendari ciri khas dari Nahdhatul Ulama.
Sedikit mungkin kita akan bisa mengetahui kenapa tanggal 22 Oktober adalah sebagai peringatan hari santri. Tetapi pada dasarnya kita pun juga harus tahu dengan apa yang disebut dengan santri itu. Mungkin secara dasar santri diartikan sebagai seorang yang mendalami agama Islam dengan berguru ketempat yang jauh seperti pesantren dn lainnya. Bahkan karena banyaknya asumsi dan opini pun turut meramaikan jagat pendefisian kata santri. Ada satu pendapat yang menatakan kata santri merupakan salah satu bahasa serapan dari kata sun dan three yang berarti tiga matahari. Kata sunthree disini bermaksud sebagai tiga keharusan yang dipunyai oleh seorang santri yaitu Iman, Islam, dan Ihsan. Dimana ilmu tentang Iman, Islam dan Ihsan dipelajari dipesantren menjadi seorang santri yang dapat beriman kepada Allah secara sungguh-sungguh serta berpegang teguh kepada aturan Islam, bahkan dapat berbuat ihsan kepada sesame.

Tetapi dalam hal ini yang menjadi salah satu yang terngiang pada pikiran saya tentang santri ialah trikotomi yang dibuat oleh Cliford Geertz. Dimana Greetz membagi masyarakat menjadi tiga bagian yakni Abangan, Priyayi dan Santri. Dimana pengertian santri berasal dari bahasa sangsekerta shastri, yang berarti ilmuan Hindu yang pandai menulis, dimana dalam bahasa modern memiliki arti yang sempit dan arti yang luas. Penegrtian dalam arti sempit yaitu santri merupakan seorang pelajar yang sedang melakukan belajar agama disuatu tempat atau kebanyakan orang menyebut dengan mondok, pondok, atau pesantren. Sebaliknya dalam arti yang luas santri lebih mengacu pada bagian anggota penduduk jawa yang menganut agama Islam dengan sungguh-sungguh, seperti halnya sembahyang sholat lima waktu di masjid dan lain sebagainya. Maka dari itu konteks yang lebih dipandang oleh Cliford Geertz yakni santri yang lebih dominan ke masyarakat.

Thursday, October 12, 2017

"JEDOR" Kesenian Yang Semakin Sulit Ditemukan



Kamis, 12 Oktober 2017
Argo Pathok CandiDadi (APC)
Dusun Kedungjalin, Desa Junjung.

Bertempat di sebuah bukit yang masih menjadi salah satu dataran yang menyambung di pegunungan kidul. Di atas Gunung cilik sebuah taman edukasi yang dirintis oleh teman-teman dari perkumpulan APC. Suasana yang asri, sunyi dan didukung dengan pemandangan malam yang mampu memanjakan mata. Serta bertepatan pula dengan masuknya tahun baru Islam yakni 1 Muharam atau orang Jawa sendiri menyebutnya dengan 1 Suro. Nah,.. Disini saya menemukan sebuah kesenian yang sangat mungkin bisa dibilang sudah langka, kesenian Jedor namanya. Kesenian yang semakin hilang karena tergerus oleh zaman modern. 
Bahkan teman saya yang berasal dari Kediri yang pada malam tersebut juga ikut hadir. Sangat tertarik dan penasaran dengan kesenian Jedor tersebut. ia mengatakan bahwa belum pernah sama sekali melihat kesenian Jedor ini. Padahal kalo kita melihat sejarah dari Jedor tersebut, banyak sekali dibeberapa tempat atau daerah yang ada dan juga melestarikan kesenian tersebut. Dari hal tersebut mungkin bisa kita lihat bahwa memang zamaan sudah semakin menggerus tradisi-tradisi zaman dahulu. Bahkan para pemuda yang seharus sebagai tonggak pelestari kesenian tersebut malah acuh begitu saja. 
Padahal ketika kita mampu mendengarkan syair-syair lagu yang dinyanyikan dengan suara yang khas. Serta didukung dengan alat-alat musik yang masih sangat tradisional. Kita akan mampu untuk terbawa arus syair-syair yang pada dasarnya banyak sekali syair-syair yang berirama Islam. Sekedar untuk kita ketahui memanglah sejarah Jedor ada pada saat Islam mulai masuk dan berkembang di Indonesia. Sepatutnya kita mulai untuk melestarikan kesenian Jedor dan kesenian yang lainnya pula.

Apa Itu Santri ???

22 Oktober menjadi salah satu tanggal dalam pengkalenderan masehi, yang mana dijadikan sebagai peringatan “Hari Santri Nasioanal”. Mung...