22 Oktober menjadi salah satu tanggal
dalam pengkalenderan masehi, yang mana dijadikan sebagai peringatan “Hari
Santri Nasioanal”. Mungkin ada alasan tersendiri yang menjadikan tanggal
tersebut dijadikan sebagai hari santri. Bahkan tidak lepas dari itu juga, bila
kita memundurkan waktu pada zaman kemerdekaan. Kita akan mampu memotret para
kalangan santri juga ikut mempertahankan Kemerdekaan RI dengan segenap jiwa
raganya.
Di lain hal, fatwa resolusi jihad yang
dikeluarkan oleh PBNU menjadikan salah satu titik tolak penyemangat para santri
dan kyai dalam mengukuhkan NKRI ini. Bahkan pada tanggal 22 Oktober tersebut NU
mengumpulkan seluruh kyai dan konsul NU untuk memusyawarahkan sikap yang akan
diambil. KH. Hasyim Asyari pun mengeluaran sebuah fatwa fardlu ain bagi umat
Islam untuk memerangi orang kafir yang merintangi kemerdekaan Indonesia.
Setalah fatwa tersebut dikeluarkan dan dengan menerapkan kalimat “Hubbul wathan
minal iman”, cinta tanah air adalah sebgian dari iman. Yang mana pada saat ini
menjadi salah satu lagu yang mendari ciri khas dari Nahdhatul Ulama.
Sedikit mungkin kita akan bisa
mengetahui kenapa tanggal 22 Oktober adalah sebagai peringatan hari santri.
Tetapi pada dasarnya kita pun juga harus tahu dengan apa yang disebut dengan
santri itu. Mungkin secara dasar santri diartikan sebagai seorang yang
mendalami agama Islam dengan berguru ketempat yang jauh seperti pesantren dn
lainnya. Bahkan karena banyaknya asumsi dan opini pun turut meramaikan jagat
pendefisian kata santri. Ada satu pendapat yang menatakan kata santri merupakan
salah satu bahasa serapan dari kata sun
dan three yang berarti tiga matahari.
Kata sunthree disini bermaksud
sebagai tiga keharusan yang dipunyai oleh seorang santri yaitu Iman, Islam, dan
Ihsan. Dimana ilmu tentang Iman, Islam dan Ihsan dipelajari dipesantren menjadi
seorang santri yang dapat beriman kepada Allah secara sungguh-sungguh serta
berpegang teguh kepada aturan Islam, bahkan dapat berbuat ihsan kepada sesame.
Tetapi dalam hal ini yang menjadi salah
satu yang terngiang pada pikiran saya tentang santri ialah trikotomi yang
dibuat oleh Cliford Geertz. Dimana Greetz membagi masyarakat menjadi tiga
bagian yakni Abangan, Priyayi dan Santri. Dimana pengertian santri berasal dari
bahasa sangsekerta shastri, yang
berarti ilmuan Hindu yang pandai menulis, dimana dalam bahasa modern memiliki
arti yang sempit dan arti yang luas. Penegrtian dalam arti sempit yaitu santri
merupakan seorang pelajar yang sedang melakukan belajar agama disuatu tempat atau
kebanyakan orang menyebut dengan mondok, pondok, atau pesantren. Sebaliknya dalam
arti yang luas santri lebih mengacu pada bagian anggota penduduk jawa yang
menganut agama Islam dengan sungguh-sungguh, seperti halnya sembahyang sholat
lima waktu di masjid dan lain sebagainya. Maka dari itu konteks yang lebih
dipandang oleh Cliford Geertz yakni santri yang lebih dominan ke masyarakat.


