Di zaman yang
serba canggih ini, manusia selalu dihadapkan kepada kecanggihan teknologi dan
sains. Kemaujan teknologi dan sains adalah hasil dari produksi tangan-tangan
terampil manusia itu sendiri. Disisi lain masih banyak manusia yang mengagumi hasil tersebut dengan
bangganya. Yang menjadi pertanyaan “apakah ada sebuah kemajuan yang mampu
melebihi teknologi Allah SWT tentang Isra’ Mi’raj ?”.
Isra’ mi’raj menjadi hal yang sangat luar biasanya, serta tidak
mampu untuk di nalar oleh manusia sendiri. Bagaimana seorang manusia mampu
menempuh perjalanan menuju Masjidil Aqsa dan terus menuju Shidratil al-Muntaha
hanya dengan waktu semalam. Siapa manusia yang mampu ? beliaulah nabi junjungan
kita baginda Rasululah SAW yang lantas atas kehendak Alla SWT. Allah memberi
ketakjupan kuasa-Nya berawal dari penderitaan dan duka yang beliau rasakan
tatkala berdakwah. Siti Khodijah, istri tercinta yang selalu memberikan dukungan
dan rela berkorban demi untuk membantu perjuangan sang suami yang akhirnya
meninggal dunia. Belum lama serta duka atas kepergian istrinya hilang,
Rasulullah harus merasakan kesedihan kembali atas meninggalnya paman beliau Abu
Tholib. Yang nama dengan pengaruh dan ketokohannya selalu membantu Rasulullah
dalam menyebarkan dakwahnya.
Ancaman,hukuman, dan celaan samakin banyak didapatkan oleh nabi sepeninggal
kedua tokoh yang selalu membantunya. Para kaum Quraisy silih berganti terus
berdatangan kepada beliau dan pengikutnya yang membuat rasa tak nyaman lagi. Pada
akhirnya beliau memutuskan berhijrah ke kota Thaif untuk berdakwah, tapi apa
yang didapatkan beliau, hanya lemparan-lemparan batu yang membuat nabi
berlumuran darah. Disaat itulah Rasulullah berdoa kepada Allah dan langsung
dikabulkan, yang mana Allah menunjukkan bahwa Allah selalu berada disisi nabi. Allah
menghibur Rasulullah seakan memberikan perkataan “meskipun penduduk bumi
menolak kehadiranmu dab ajaran yang engkau sampaikan, maka tidak demikian
dengan para penghuni langit”. Maka dari itu, Rasulullah SAW diangkat menuju
kelangit ke tujuh dan dipertemukan langsung kepada sang pencipta alam semesta.
Peristiwa isra’ mi’raj ini menjadi hal agung yang terjadi pada diri
Rasulullah SAW dan ini termasuk salah satu mukjizatnya yang sangat besar. Isra’
mi’raj melahirkan pro dan kontra dikalangan masyarakat pada saat itu. Sebuah
perjalanan yang bukan hanya pada saat itu sangant sulit diterima oleh rasio. Tetapi
dalam dewasa ini dengan kecanggihan teknologi modern yang mengungkap bahwa isra’
mi’raj merupakan kemajuan teknologi yang sangat jauh dari hasil produksi
manusia, isra’ mi’raj menjadi teknologi Tuhan yang paling canggih. Para astronom
dizaman modern ini pun sudah menemukan sejenis planet yang paling jauh dari
planet-planet yang sudah dikenal yang harus ditempuh dengan 11 milyar tahun
lamanya. Disini pun ulama mengemukakan bahwa tingkatan langit pertama masih
menjadi tempat dari planet tersebut. Sedangkan hal ini menjadikan sebuah
pemahaman bahwa jarak antar langit pun hanya bisa dibanyang-banyangkan oleh
manusia.
Bisa kita lihat sendiri bagaimana dengan isra’ mi’raj yang bahkan
tidak hanya dilangit pertama, tetapi telah melampaui jagat raya dan telah
sampai ke Shidratil Muntaha yang malaikat pun tidak mampu kesana. Shidratil Muntaha
menjadi tempat yang tidak dapat dijangkau oleh ilmu pengetahuan manusia. Hanya Rasulullah
yang mampu menerima karunia yang paling agung yang mendapatkan perintah
melaksanakan shalat lima waktu. Tempat itu pun memberikan makna bahwa
pengetahuan malaikat, jin dan lainnya tidak mampu mengetahuinya dan hanya
Rasulullah sendiri yang mengetahui. Oleh karena itu, ilmu Rasulullah tentang
perkara ketuhanan adalah ilmu yang paling tertinggi dan melampaui yang dimiliki
makhluk lainnya.
Sekali lagi teknologi manusia yang paling modern dan paling canggih
pun tidak dapat melebihi peristiwa tersebut. Bagaimana Rasulullah mampu
menempuh waktu yang hanya semalam saja, bilamana untuk menjangkau langit
pertama saja membutuhkan kecepatan cahaya 11 milyar tahun, maka untuk menembus
tujuh lapis pun membutuhkan waktu 77 milyar tahun. Hal itu memanglah sebuah
keajaiban yang tidak mungkin dihadapkan dengan kecanggihan teknologi manusia. Jika
diandaikan Rasulullah melakukan perjalanan dengan kecepatan cahaya yang menurut
Einstain pastilah wujud seorang manusia akan hancur lebur berubah menjadi sebuah
energi. Padahal Rasulullah sendiri berangkat dan kembali masih dengan keadaan
yang utuh tanpa mengalami kekurangan.
Oleh karena itu, peristiwa yang terjadi 15 abad yang silam dimana
pada saat itu transportasi hanya menguunakan unta, sedangkan Rasulullah mampu
melakukan perjalanan sejauh itu dalam semalam. Hal itu menjadi mempesona dan
menakjubkan karena pelakunya bukanlah manusia tetapi pemilik alam semsta ini. Maka
kita hanya bisa mampu mengatakan bahwa memang itu adalah kehendak kemahaagungan
serta kemulian Allah SWT semata. Ini adalah salah satu teknologi Allah yang secara nyata
dipertontonkan kepada manusia dan sekaligus menjadi sarana mengukur tingkat
kesadaran manusia dari berbagai kelemahannya di hadapan Allah Swt.